Tempat liburan menarik

Blog yang memberikan info tempat liburan menarik di Indonesia

Diberdayakan oleh Blogger.

Tujuan Wisata di Provinsi Lampung

Provinsi Lampung memiliki banyak objek wisata untuk tujuan berlibur wisatawan. Sangat cocok untuk traveling dan touring, dengan alam, flora dan fauna yang indah dan beragam.

Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera.

Jenis tumbuhan di taman nasional tersebut antara lain api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratiasp.), nipah (Nypa fruticans), gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp.), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus).

Taman Nasional Way Kambas memiliki 50 jenis mamalia diantaranya badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster); berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.



Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Latihan Gajah (9 km dari pintu gerbang Plang Ijo) dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya.

Pusat latihan gajah ini didirikan pada tahun 1985. Sampai saat ini telah berhasil mendidik dan menjinakan gajah sekitar 290 ekor.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:


Pusat Latihan Gajah Karangsari. Atraksi gajah. Way Kambas. Untuk kegiatan berkemah.Way Kanan. Penelitian dan penangkaran badak sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma peneliti.Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas. Menyelusuri sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung migran), padang rumput dan hutan mangrove.

Pantai Tanjung Setia

Nama Pantai Tanjung Setia di Lampung Barat, sudah terpatri bagi orang barat. Selain panoramanya alami, juga ombaknya menantang. Jangan heran jika pada bulan Juli hingga Oktober selalu dipadati turis asing untuk surfing, lantaran ombaknya mencapai tujuh meter.

Deburan ombak di pantai Tanjung Setia yang berhadapan dengan Samudera Hindia, memang membuat gemas bagi para wisatawan minat khusus untuk berselancar. Selain ombaknya tinggi dan panjang, kondisi lautnya masih alami, belum tercemar bahkan udaranya sangat sejuk dan kondisi alamnya yang damai, jauh dari kebisingan.

Pantai yang berada di sebuah teluk kecil ini, selain menjadi lokasi surfing bagi wisatawan mancanegara (wisman) dari Australia, Amerika dan negara Eropa lainnya, juga dikenal sebagai tempat berwisata memancing yang kaya ikan laut mulai tuna hingga blue marlin. Juga, sebagai tempat berkemah, apalagi ada cottage yang representatif bahkan alami lantaran bangunannya menyatu dengan alam.



Karena itu, tidak berlebihan pantai yang berada Pekon Bumi Agung, Kecamatan Biha, sekitar 22 km dari Kota Krui dijuluki mutiara terpendam. Karena deburan ombaknya tidak kalah dengan yang ada di Bali dan Nias. Selain itu, kondisi pasir pantai yang halus, putih bak mutiara serta kebersihan pantai masih terjaga.

Untuk sarana jalan raya, sudah dibangun jalan yang sudah dilapisi batu koral sehingga memudahkan wisatawan berwisata di pantai ini.

Teluk Kiluan

Teluk kiluan saat ini merupakan tujuan wisata yang banyak dipilih orang. Keindahan pantai yang masih alami dan asri merupakan alasan yang tepat untuk memilih teluk kiluan sebagai tempat untuk menjernihkan fikiran. Pemandangan alam yang disajikan pun beraneka ragam. Perpaduan indahnya pegunungan yang menjulang tinggi,batu-batu karang yang terususun secara alami, air laut yang sangat jernih,terumbu karang yang elok,pasir yang putih bersih, dan suasan alam yang tenang menjadikan teluk kiluan primadona wisata lampung. Di pagi hari kawanan lumba-lumba siap menghibur hati para pengunjung dengan tarian-tarian indahnya. Suasana dimalam hari dengan menginap di cottage yang berada diteluk kiluan akan terasa sangat berkesan dengan alunan merdu gemericik ombak yang terdengar dibibir pantai.



Untuk Menuju Pulau Kiluan kurang lebih membutuhkan waktu tiga jam lamanya melalui jalan darat untuk mencapai Ekowisata Teluk Kiluan yang terletak di koordinat S5.749252 E105.192740 dari arah Pelabuhan Bakaehuni, atau kurang lebih sekitar 80 km dari Kota Bandar lampung. Dari Bakaeuhuni kita bisa mengikuti jalur lintas timur Sumatera sampai dengan pertigaan arah Pelabuhan Panjang. Kemudian ambil jalur Pelabuhan Panjang, terus ke arah Lempasing, Mutun dan diujung jalur ini kita akan ketemu Teluk Kiluan. Namun sebelum sampai ke teluk ini, perlu perjuangan ekstra keras, karena tidak semua jalur yang kita lalui beraspal.

Mulai memasuki daerah Lempasing, jalannya menyempit, berkelok-kelok dan naik turun. Kita harus ekstra hati-hati dalam mengendarai mobil ketika melalui jalur ini jika tak mau jatuh ke dalam jurang. Walaupun begitu, kita akan disuguhi pemandangan hijau hutan yang terletak di kanan kiri jalan yang menyejukkan mata. Sesekali akan terlihat lautan luas nan biru yang terlihat dari sebelah kiri tebing-tebing jalan yang kita lalui. Tambak udang juga banyak terlihat di sisi kiri jalan yang langsung berhadapan dengan lautan.

Pemandangan unik lain juga bisa kita lihat di sepanjang jalan ketika ke arah Kiluan. Kurang lebih tiga kilometer sebelum Kiluan ada perkampungan orang Bali, dimana semua kehidupan yang ada di situ persis adanya seperti di Bali. Dari mulai bangunan, tempat ibadah, cara berladang, bermasyarakat sampai dengan proses kehidupan sehari-hari.

Pantai Pasir Putih

Pantai Pasir Putih terletak di Lampung Selatan, tempatnya sangat mudah di temukan karena dilewati oleh jalan trans Sumatra, jarak dari Bandar lampung sekitar ±40Km atau 60 menit dari pusat kota Bandar Lampung.

Sarana yang tersedia di lokasi cukup memadai, ada beberapa warung makan, kamar mandi, dan shelter yang cukup luas. Tersedia pula kano yang dapat disewa, sedangkan untuk yang ingin merasakan sensasi ombak di tengah laut tersedia perahu wisata yang dapat disewa. Tarifnya per orang sekitar Rp. 20.000 untuk perjalanan pulang pergi ke Pulau Condong dan melihat taman laut. Jika ingin mengelilingi Pulau Condong, tambah lagi Rp. 5.000. Jika masih ingin menawar silahkan, tarifnya memang tidak resmi dan tidak ada tanda terima apapun.

Satu perahu dapat dimuati oleh sekitar 6 sampai 8 penumpang, belum termasuk awak perahu sebanyak 2 orang. Ingin lebih? Silakan, tapi sebaiknya pertimbangkan keselamatan karena tidak ada pelampung yang tersedia dan tidak ada asuransi.



Tidak perlu waktu lama untuk mencapai Pulau Condong, hanya sekitar 10 menit. Ombaknya juga tidak terlalu besar. Di lepas pantai terlihat beberapa jermal dan di kejauhan terlihat beberapa kapal barang yang sedang sandar di pelabuhan tidak jauh dari daerah Tarahan.

Pantai di Pulau Condong cukup bagus. Pepohonan di sekitar pantai juga cukup rimbun sehingga cukup nyaman untuk berteduh. Ombaknya tenang dan airnya cukup nyaman untuk digunakan berenang

Fasilitas untuk pengunjung sangat minim, malah sebenarnya bisa dikatakan tidak ada. Toko suvenir yang ada di pulau tersebut sudah lama tidak digunakan. Bangunan yang ada juga dalam kondisi tidak terawat, bahkan ada yang sudah hancur tinggal kerangka. Dua buah bangkai speedboat teronggok di pantai. Mungkin karam sewaktu badai dan tidak dapat digunakan kembali, bahkan salah satu kapal masih menyisakan kedua mesin di dalamnya.

Sedikit ke arah barat, ada sebuah terowongan yang menuju ke bagian lain dari pulau. Ternyata pemandangan di bagian ini sangat bagus. Pantainya tidak terlalu luas dan dasarnya berbatu tapi kondisinya sangat bersih dan belum banyak terkena vandalisme.

Pulau Kubur

Pulau Kubur merupakan salah satu pulau yang terdapat di Teluk Lampung. Pulau ini termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Telukbetung Barat. Untuk mencapai ke lokasi ini membutuhkan waktu 20-30 menit menggunakan perahu motor dari Pulau Pasaran yang jaraknya ± 7 km. Selain itu, dapat pula ditempuh melalui pantai Puri gading ataupun Pantai Tirtayasa dengan menggunakan perahu motor dengan waktu tempuhnya sekitar 10 menit.

Pulau Kubur memiliki luas sekitar 5 hektar ini masih terlihat alami dan hanya terdapat beberapa pondok. Di Pulau ini tidak terdapat penduduk sehingga sangat sepi sekali. Untuk wisatawan yang suka memancing datang ke Pulau Kubur adalah pilihan tepat karena Pulau Kubur ini sangat cocok untuk tujuan memancing



Namun, pantai ini terlihat ramai saat hari libur kebanyakan pengunjung yang menyeberang dari pantai Puri Gading ataupun dari Pantai Tirtayasa. Daya tarik wisata ini adalah penorama alam yang masih sangat alami dimana pengunjung dapat merasakan sepoi-sepoi angin, suasana yang nyaman dan juga banyaknya ikan hias yang tersebar di sekitar pantai pulau ini serta rimbunan pepohonan yang berada diatas bukit menambah kesejukan dalam berwisata di Pulau Kubur ini.

Pulau Kubur ini dapat dijadikan alternatif liburan pengunjung yang membutuhkan ketenangan ataupun menghilangkan kejenuhan berfikir dari kegiatan sehari-hari.

Taman Wisata Lembah Hijau

Salah satu sarana wisata yang menjadi andalan di Kota Bandarlampung saat ini adalah Taman Wisata Lembah Hijau. Dengan komposisi dari taman rekreasi dan kebun binatang mini yang terletak di daerah perbukitan, dengan lembah dan sungai kecil. Oleh karena itu lokasi wisata ini merupakan salah satu referensi bagi wisatawan local maupun mancanegara untuk bisa memanjakan para pengunjungnya disaat berwisata.

Berbagai fasilitas dan sarana rekreasi di Lembah Hijau saat ini semakin dilengkapi, apalagi dengan tiket masuk hanya Rp.10.000; berbagai fasilitas disediakan bagi para pengunjung diantaranya yaitu live music, outbound, restaurant, waterboom, taman satwa, cottages, aula meeting, camping ground, koleksi flora dan fauna, kuda tunggang, dan area berkemah. Lembah Hijau dilengkapi dengan arena outbound, paintball, balap ATV, arena futsal dan masih banyak lainnya yang bisa memanjakan waktu berlibur para pengunjung Taman Wisata Lembah Hijau sambil menikmati hidangan di restoran dan tinggal di cottage yang tersedia.

Sedangkan diarea waterboom ada empat kolam utama dan satu kolam arus, spiral slide, torpedo slide, water splash pada kolam anak, gelas tumpah, pancuran bunga matahari, dan kuda laut serta water canon. Di tambah lagi adanya wahana terbaru di tahun 2011 yaitu Twins Boomarang setinggi 28 meter dan panjang 160 meter merupakan yang paling panjang untuk wilayah Sumatra. Wahana ini dipastikan aman bagi penggunanya, karena Tim Taman Wisata Lembah Hijau telah melengkapinya dengan sistem pengamanan berstandar dan CCTV untuk mengontrol lintasan.

Di penghujung tahun 2011 ini juga Taman Wisata Lembah Hijau juga telah menambah sebuah wahana baru lagi, Yaitu boom-boom car yang baru di-launching, beberapa waktu lalu keberadaan wahana Bom-bom Car yang dioperasionalkan melalui daya listrik tersebut diharapkan dapat semakin melengkapi fasilitas yang sebelumnya sudah tersedia di TWLH. Dengan begitu, diharapkan pengunjung TWLH nantinya dapat memiliki berbagai pilihan wahana untuk dimanfaatkan sesuai dengan yang diinginkan.

Pengunjung yang ingin mencoba wahana baru ini, hanya dikenakan tarif sebesar Rp.15.000; langsung bisa mengendarai boom-boom car selama 5 menit. terdapat 10 buah dengan beragam warna. Seperti, merah, kuning, biru, pink dan hijau.

Kalianda Resort (Krakatoa Nirwana Resort)



Kalianda Resort adalah salah satu lokasi wisata pantai yang dikelola Krakatau Lampung Tourism Development Corporation (KLTDC) di Merak Belantung, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan kini tengah melakukan renovasi untuk membenahi berbagai fasilitasnya.

Komisaris KLTDC itu Bambang Irawan menyebutkan di Kalianda, Minggu, sasaran utama renovasi kawasan wisata pantai terpadu itu adalah menambah kamar dan fasilitas pendukung lainnya, untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan bagi pengunjung yang datang ke sana.

“Tren pengunjung akhir-akhir ini naik setelah manajemen membenahi diri, sehingga renovasi itu diharapkan semakin menarik minat orang datang ke Kalianda Resort,” kata Bambang yang juga mantan Kepala Bappeda Provinsi Lampung dan mantan anggota DPRD Lampung itu.

Saat ini, kamar yang tersedia dalam berbagai jenis (Kanjuru, Lambur, Nirwana 1, 2, dan 3, De Luxe, dan Superior, Suite) masih terbatas menampung tamu yang datang, hanya berkisar 40-an orang saja.

Nantinya Kalianda Resort yang harus bersaing dengan beberapa objek wisata pantai di dekatnya itu, akan menambah kamar sehingga bisa didiami ratusan tamunya

Menara Siger










Menara Siger adalah sebuah bangunan enam lantai yang digagas oleh Gubernur Lampung, Sjachroedin Z. P, untuk program kerja tahun 2005-2009. Anshori Djausal, M. T., seorang dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung (UNILA) sekaligus arsitek asli Lampunglah yang menjadi perancang Menara Siger.


Bangunan ini terletak di Bukit Gamping, Bakauheni, Lampung Selatan. Fungsinya adalah sebagai landmark Provinsi Lampung, sepertihalnya Newyork dengan Patung Liberty, Jakarta dengan monas, dan Lampung dengan Menara Siger. Selain itu, pembangunan Menara Siger merupakan awal dari pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), yaitu sebuah jembatan yang akan menjadi media transportasi penyebrangan darat antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.




Menara Siger dibangun di atas bukit dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Sebagai sebuah landmark Provinsi Lampung, penampilan Menara Siger dirancang dengan beragam hal yang menjadi cirikhas Lampung. Misalnya saja topi berwarna kuning merupakan gambaran dari siger, yaitu mahkota adat wanita Lampung yang berwarna kuning emas. Selain itu, bangunan ini juga dihiasi lukisan corak tapis, kain khas Lampung. Para wisatawan dapat menyaksikan keidahan Selat Sunda dan daerah sekitar Bakauheni.

Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Lampung

Objek Wisata di Riau

Provinsi Riau sebagai Pusat Kebudayaan Melayu, didukung dengan Kepariwisataan yang Berbasis Kerakyatan serta Berwawasan Lingkungan Masyarakat yang Agamis 


CANDI MUARA TAKUS


Candi ini merupakan salah-satu peninggalan sejarah yang sangat penting di bumi Lancang Kuning. Candi yang terletak d Kecamatan XIII Koto Kampar yang berjarak sekitar 118 Km dari Pekanbaru ini terbuat dari batu sungai, pasir dan batu bata. Candi ini dibangun antara abad ke 4, ke 7, ke 9. Sampai saat ini, belum ada satu orang pun pakar sejarah yang memastikan kapan sesungguhnya candi ini dibangun. Candi ini berukuran 7 x 7 meter. Komplek candi ini dikelilingi oleh tembok yang berukuran 74 x 74 meter, dan di luarnya terdapat tembok tanah yang berukuran 1,5 x 1,5 Km. Di dalam komplek, ditemui pula bangunan Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai Setupa, dan Palangka. Candi yang mirip dengan Candi Acoka di India ini, merupakan peninggalan sejarah silam yang membuktikan bahwa di daerah ini dulunya pernah berkembanga agama budha yang datangnya dari India. Selain itu, walaupun para pakar sejarah belum sepakat, akan tetapi sebagian mereka mengatakan bahwa candi ini merupakan sebuah bukti nyata kalau Kerajaan Sriwijaya pernah berpatak disini.


TAMAN NASIONAL BUKIT TIGA PULUH


Taman Nasional Bukit Tiga Puluh terletak dijalan lintas antara Provinsi Riau da Provinsi Jambi, sekitar 50 Km dari kota Rengat. Alamnya yang indah dan sejuk, membuat kita betah untuk menikmati pemandangan alam. Sebagai kawasan Konservasi hutan tropis basah seluas 94.698 hektar, Taman Nasional Tiga puluh berfungsi sebagai daerah cagar alam dan satwa serta daerah konservasi air.Taman ini kaya dengan aneka flora dan fauna langka. Cendawan Muka Rimau Salo dan Mapau, yang merupakan tanaman endemik yang cukup langka, dapat ditemukan dikawasan hutan ini. selain itu, dikawasan hutan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ini, ditemukan pula 59 jenis fauna langka, antara ain: Gajah Sumatra, Harimau Sumatra, dan lain sebagainya. Dilokasi Taman Nasional sudah dibangun museum dan pusat pelatihan kebakaran hutan, dimuseum kita dapat melihat berbagai jenis flora dan fauna. Hutan Bukit Tigapuluh sangat ideal untuk berbagai kegiatan wisata, dan kegiatan olah raga petualangan yang menantang, seperti arung jeram, trekking dan sebagainya. Di kawasan taman ini, terdapat pula komunitas masyarakat Suku Talang Mamak ( salah - satu suku terasing dan terbelakang di riau) yang masih hidup secara tradisional, dan amat tergantung kepada hutan.


ISTANA SIAK


Kerajaan Siak Sri Indrapura merupakan sebuah kerajaan Melayu Islam terbesar di Riau. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada abad ke-16 sampai abad ke-20. Sejak awal berdirinya (1725) sudah 12 orang sultan yang memerintah. Salah satu peninggalan kerajaan ini yang masih berdiri dengan gagahnya adalah Istana Kerajaan. Istana yang dibangun oleh Sultan Assyaaidis Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin (1889-1908) ini bernama Assyiratul Hasyimiah. Kini, istana ini menjadi tempat penyimpanan benda-benda koleksi kerajaan, seperti kursi singgasana kerajaan yang bersepu emas, duplikat mahkota kerajaan, brangkas kerajaan, payng kerajaan, tombak kerajaan, dan komet (gramofon besar) sebagai barang yang langka, yang konon hanya ada dua buah di dunia ini. satu buah di sini, dan satu lagi terdapat di Jerman. Di samping itu, masih terdapat lagi benda-benda kuno lainnya. Di samping Istana Kerajaan ini, terdapat pula istana peraduan.


PANTAI PASIR PANJANG


Kawasan Pantai Pasir Panjang adalah Tanjung Medang, Teluk Rhu dan Tanjung Punak. Kawasan Pantai Pasir Panjang ini terdapat di Kecamatan Rupat Utara. Pasir di pantai ini berwarna putih dan bersih. Air lautnya yang jernih memungkinkan wisatawan untuk mandi, berjemur, berolahraga air di pantai ini. Pemandangan pulau-pulau yang berada disekitar pantai ini sangat menyenangkan, karena setiap pulau (Pulau Ketam, Pulau Mentete, Pulau Baru) di latarbelakangi oleh hutan pinus seperti ditanam rapi, padahal hutan ini tumbuh sendiri. Kawan Pantai Pasir Panjang ini berhadapan lansung dengan Kota Dumai, dan bisa dijangkau dengan menggunakan alat transportasi laut seperti motor boat.



Disamping itu Pulau Rupat juga didiami oleh suku terasing yang disebut Suku Akit yang mendapat perlindungan dari Pemerintah Daerah agar cara hidup dan tradisi mereka yang unik tetap dipertahankan. Karena belum banyak tersentuh oleh kemajuan. Kehidupan Suku Akit dalam habitatnya yang asli dengan gaya hidup yang masih tradisional merupakan sesuatu yang unik dan menjadi daya tarik wisata tersendiri di pulau ini.



GUA TUJUH SERANGKAI


Gua Tujuh Serangkai terdapat di Desa Kabun Kecamatan Tandun memiliki keunikan tersendiri, mengingat dalam kawasan yang memilik luas lebih kurang 10 Ha tidak hanya memiliki rangkaian gua yang saling berhubungan satu dengan lainnya yang terdiri dari 7 gua, disamping itu pada kawasan perkebunan serta kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi. Menuju lokasi yang berjarak 100 Km dari Ibu Kota Provinsi Riau Pekanbaru, kita dapat menikmati keindahan alam yang berlatas perbukitan dan kerindangan pohon yang hijau dan sejuk.


Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau

Mesjid Raya Baiturrahman - Mesjid Raya Banda Aceh


Mesjid Raya Baiturrahman merupakan mesjid terbesar dan termegah di Aceh. Mesjid ini mempunyai arsitektur yang indah dan terletak di pusat Kota Banda Aceh. Mesjid Raya Baiturrahman tidak sekedar berfungsi sebagai sebuah tempat religious semata, tetapi juga mempunyai makna yang mendalam bagi masyarakat Aceh berkaitan dengan sejarah kependudukan Belanda di daerah ini pada masa lalu. Ketika Belanda belum menduduki Aceh, mesjid ini dipergunakan oleh para pejuang Aceh sebagai markas pertahanan mereka.

Sebelum wujudnya yang seperti sekarang, beberapa tulisan tentang sejarah Mesjid Raya Baiturrahman menyebutkan bahwa mesjid ini mulai dibangun pada masa Kerajaan Aceh diperintah oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Namun ada juga yang menyebutkan bahwa mesjid ini dibangun pertama kali pada Pemerintahan Sultan Alaidin Mahmud Syah pada tahun 1292 (621 H). Perluasan mesjid juga dilakukan kembali pada masa Pemerintahan Nakiatuddin Kinayat Syah pada tahun 1675-1678 M.


Banyak orang tua di Aceh menyebutkan bahwa bentuk bangunan Mesjid Raya Baiturrahman ketika itu berkonstruksi kayu, bertatapkan daun rumbia dan berlantaikan tanah liat yang rata dan mengeras yang menyerupai semen setelah kering. Para jamaah menggunakan tikar dari daun pandan untuk menutupi lantai mesjid sebagai alas untuk bersembahyang. Bentuk atap menyerupai belah kerucut dan berlapis tiga buah dengan kemiringan sekitar 30 derajat.


Berdasarkan sejarah bahwa Mesjid Raya Baiturrahman pernah dibakar dua kali oleh Belanda. Pertama pada tanggal 10 April 1873 dan dalam pertempuran ini Mayor Jenderal J.H.R Kohler tewas di depan mesjid tersebut, tepatnya di bawah sebatang pohon Geulumpang, yang belakangan orang-orangg Belanda menamakannya Kohler Boom. Kedua pada tanggal 6 Januari 1874. Meskipun mesjid tersebut dipertahankan secara mati-matian oleh seluruh rakyat Aceh, tetapi karena keterbatasan dan kesederhanaan persenjataan, akhirnya mesjid ini jatuh kembali ke tangan Belanda. Mesjid ini tidak hanya jatuh ke tangan musuh tetapi juga habis dibakar. Tidak lama kemudian, Belanda mengumumkan bahwa Aceh sudah berhasil ditaklukkan.


Empat tahun kemudian tepatnya pada pertengahan Bulan Safar 1294 h (awal maret 1877 M) dengan mengingat janji Van Swieten dulu, Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali Mesjid Raya Baiturrahman pada lokasi yang sama. Kemudian, pada hari Kamis 13 Syawal 1296 H/9 Oktober 1879 pembangunan kembali mesjid ini mulai dilakukan oleh Gubernur Jenderal Van Der Heiden. Peletakan batu pertama diwakili oleh Teungku Qadli Malikul Adil dan disaksikan oleh rakyat Aceh yang berada di sekitar mesjid itu. Pada tanggal 24 Safar 1299 H atau 27 Desember 1881 M, pembangunan mesjid ini dinyatakan selesai dan dapat dipergunakan oleh rakyat Aceh.

Sumber : Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Aceh

Tujuan Wisata Sumatera Selatan

Jembatan Ampera adalah ikon dari Provinsi Sumatera Selatan yang terdapat di Palembang, ibukota provinsi Sumatera Selatan. yang tidak kalah menarik adalah wisata alam yang begitu indah dan beragam keindahannya.

Jembatan Ampera merupakan jembatan kebanggaan masyarakat Palembang, Sumatera Selatan dan menjadi Trade Mark bagi kota Palembang. Keberadaan jembatan tersebut sangat penting untuk menghubungkan daerah ulu dan ilir sehingga transportasi menjadi lancar dan otomatis juga memperlancar kehidupan ekonomi. jembatan ini memiliki panjang 1.177 meter dengan lebar 22 meterJembatan Ampera merupakan hadiah Bung Karno bagi masyarakat Palembang yang dananya diambil dari dana perampasan perang Jepang.Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965 tepatnya pada tanggal 30 September 1965 Oleh Letjend Ahmad Yani ( sore hari Pak Yani Pulang dan subuh 1 Oktober 65 menjadi Korban G.30 S PKI), sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Akan tetapi, setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera. tetapi masyarakat palembang lebih suka memanggil jembatan ini dengan sebutan “Proyek Musi”.


Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit.Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.Sejak tahun 1970, Jembatan Ampera sudah tidak lagi dinaikturunkan. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini, yaitu sekitar 30 menit, dianggap mengganggu arus lalu lintas antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir, dua daerah Kota Palembang yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Alasan lain karena sudah tidak ada kapal besar yang bisa berlayar di Sungai Musi. Pendangkalan yang semakin parah menjadi penyebab Sungai Musi tidak bisa dilayari kapal berukuran besar. Sampai sekarang, Sungai Musi memang terus mengalami pendangkalan.

Danau Ranau



Danau ranau merupakan salah satu tempat objek wisata Danau yang sangat indah pemandangannya, dimana objek wisata Danau Ranau ini terletak di daerah banding Agung sekitar 125 KM dari Baturaja Ogan komering Ilir.

Inilah beberapa objek wisata yang terdapat di daerah Sumatera Selatan, dan juga objek Wisata yang saya sampaikan ini bisa jadi bahan pertimbang saudara-saudara sekalian ketika berada di Sumatera Selatan dan mencari Objek wisata untuk menghilangkan rasa stress anda dan juga tempat Refresing. Ingat di Negara kita ini banyak sekali tempat wisata-wisata yang sangat bagus untuk dikunjungi, jadi buat apa jalan-jalan dan refreshing ke luar negeri padahal di Negara ini banyak sekali tempat wisata yang cukup menarik dan murah, salah satunya Sumatera Selatan. Danau Ranau merupakan danau terbesar dan terindah di Sumatera Selatan yang terletak di kecamatan Banding Agung Kabupaten UKO Selatan (dahulu masuk dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu). Berjarak sekitar 342 km dari kota palembang, 130 km dari kota Baturaja, dan 50 kilometer dari Muara Dua, ibu kota OKU Selatan, dengan jarak tempuh dengan mobil sekitar 7 jam dari kota Palembang. Sementara dari Bandar Lampung, danau ini bisa ditempuh melalui Bukit Kemuning dan Liwa. Secara geografis, danau ini terletak di perbatasan Kabupaten OKU Selatan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat Propinsi Lampung. Danau Ranau yang mempunyai luas sekitar 8×16 km dengan latar belakang gunung Seminung (ketinggian ± 1.880 m dpl), dikelilingi oleh bukit dan lembah. Pada malam hari udara sejuk dan pada siang hari cerah suhu berkisar antara 20° – 26° Celsius. Terletak pada posisi 4°51'45? bujur selatan dan 103°55'50? bujur timur.

 Air Terjun Bidadari





Tidaklah mengherankan, mengapa Syuting Pembuatan Film "Si Pahit Lidah" yang terkenal itu mengambil setting di lokasi ini. Keindahan Air Terjun Bidadari memang menjadi daya tarik tersendiri. Selain menyajikan keindahan alam yang alami, lokasinya pun tidaklah terlalu sulit untuk dicapai. Air Terjun Bidadari terletak di desa Karang Dalam Kecamatan Pulau Pinang kurang lebih 8 km dari kota Lahat.



Disekitar lokasi Air Terjun tersebut, ada 3 Air Terjun (Air Terjun Bujang Gadis, Air Terjun Sumbing dan Air Terjun Naga) lagi yang dapat dinikmati dengan menyusuri aliran dari Air Terjun Bidadari.Dengan dipandu penduduk sekitar yang sudah mengenal daerah tersebut, anda dapat menikmati keindahan ke 4 air terjun yang alami tersebut dan alam sekitarnya dengan menyusuri sepanjang aliran airnyaAnda bisa memulai dari atas (Air Terjun Bidadari) sampai kebawah (Air Terjun Naga), atau sebaliknya. Pengalaman menyusuri air terjun tersebut akan menjadi pengalaman tambahan bagi anda yang senang berpetualang dan menyukai tantangan.


Arum Jeram Sungai Manna



Pagar Alam, Sumatera Selatan - Arung jeram merupakan perpaduan antara wisata dan olahraga. Sungai Manna di wilayah Kecamatan Tanjungsakti Kabupaten Lahat, atau sekitar 40 km dari kota Pagaralam, Sungai Manna yang membelah bagian Selatan Provinsi Bengkulu ini bagian hulunya berada di wilayah Sumatera Selatan. Kondisi geografis wilayah sebelah

Sungai ini memiliki tingkat kesulitan bervariasi, keadaan sungai cukup lebar di bagian awal, sedangkan sepanjang 15 Km berikutnya terdapat jalur sungai yang sempit dan arusnya deras bergemuruh, sehingga cukup menantang bagi penggemar olah raga arung jeram.Jalur sungai sangat jeram yang berupa patahan (hole) dengan dinding batuan padas di pinggiran sungai, serta keadaan arus di ujung jeram yang membentuk cekungan dan arus memutar. Jeram Sungai Manna mempunyai kategori kesulitan maksimal grade-IV. Keindahan alam yang berupa tebing-tebing di kiri-kanan sungai menawarkan keindahan alam hutan hujan tropis yang sangat memukau. Kecamatan Tanjungsakti, kabupaten Lahat, sekitar 40 km dari Kota Pagaralam. Pagaralam-Tanjungsakti dengan jarak 40 km ditempuh menggunakan kendaraan bermotor.



Air Terjun Bedegung



Air terjun ini terletak di dekat Desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, sekitar 56 km di selatan Muara Enim. Sumber mata airnya di celah Bukit Barisan dan ke bawah membentuk sebuah sungai kecil yang deras. Curup Bedegung merupakan objek wisata alam handalan daerah ini.




Untuk memudahkan para pengunjung mendekati air terjun, tersedia jalan setapak sepanjang 600 meter yang dibangun di tepi sungai dan sebuah jembatan yang melintasi sungai kecil yang deras itu. Sedangkan di atas sungai tersedia lapangan parkir, warung-warung yang menyediakan makan dan minuman. Dan agak ke hilir, terdapat sebuah tempat pemandian alam dan tempat memancing, lengkap dengan fasilitasnya.


Air terjun alami ini merupakan tempat rekreasi yang memberikan kesejukan bagi pengunjung karena hembusan angin yang membawa butiran-butiran air. Suasana alam pegunungan di sekitarnya benar-benar mengesankan.




Air Terjun Temam




Tempat Wisata Alam Air Terjun Temam Lubuk Linggau Sumatera Selatan dengan ketinggian12 m dan lebar 25 m. Lokasinya dikelilingi batu-batuan alam serta pepohonan yang hijau dengan kondisi lingkungan alam yang masih alami. Objek wisata ini berlokasi 11 km ke arah selatan dari pusat Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatera Selatan. Lubuk Linggau sendiri dapat ditempuh dengan 6.5 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor dari Palembang. Sebagai alternatif lain, kota ini juga dapat dicapai melalui Bengkulu dan berjarak sekitar 4 jam perjalanan dari Bengkulu.





Air Terjun ini sendiri terletak ± 50 m dari jalan poros yang menghubungkan antara Kelurahan Air Temam dan Kelurahan Rahma. Bagi wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan tersebut membutuhkan waktu ± 30 menit dari pusat Kota Lubuklinggau.








Sumber : www. iannnews.com

www.wisata.tokobunganusantara.com

Pantai Biru Tempat Wisata Alam Di Medan

Medan merupakan salah satu kota terbesar di Sumatera, ada banyak sekali objek wisata di medan selain yang sering kita dengar seperti Danau Toba, Berastagi, dan Gundaling ternyata medan juga mempunyai sebuah objek wisata alam yang bernama Pantai Biru atau Pantai Sibiru-biru.

Pantai Biru

Selain pantai biru juga masih banyak pantai- pantai lainnya di kota medan seperti Pantai Cermin, namun kali ini kita akan membahas indahnya permandian sibiru- biru di kota medan.
Pantai biru merupakan sebuah tempat objek wisata yang ada di medan, sumatera utara. Sebenarnya Pantai biru atau dikenal dengan Pantai sibiru- biru ini hanyalah sebuah sungai namun masyarakat di medan biasanya sungai yang lebar disebut pantai.

Pantai biru atau Pantai sibiru- biru ini beralamatkan di Jln. Sibiru- biru Kab. Deli Serdang Kec. Sibiru- biru Sumatera Utara tempat ini sangatlah pantas bagi anda pecinta wisata alam. Pantai biru sendiri memiliki air yang sangat jernih karena kita masih bisa memandang indahnya didalam air sungai ini.
Biasanya tempat ini ramai di kunjungi pada hari sabtu, minggu, dan hari- hari besar. Masyarakat setempat sangalah ramah dan sopan karena anda akan disambut dengan senyuman dan sapa.
Tempat ini juga biasa dijadikan sebagai tempat wisata kuliner di medan. Karena banyaknya rumah makan maupu restaurant yang bertebaran hapir disetiap pinggir pantai.

Untuk mencapai tempat ini anda dapat menaiki angkot melalui Padang Bulan Medan dengan menaiki angkot KPUM D95 karena hanya ada 1 angkot yang sampai kesana. Jika anda melaui terminal amplas Medan anda juga bisa menaiki angkot HIKMA warna putih namun anda harus translate lagi diterminal angkot ini berhenti dan nantinya anda harus menaiki angkot KPUM D95.

Sesampai disana kita harus membayar tiket masuk seharga Rp. 5000/ 10.000 . Nah semoga aja anda tertarik dengan tempat ini karena biasanya Pantai sibiru- biru sangatlah padat di kunjungi masyarakat medan dan wisatawan dari luar negeri pada hari sabtu, minggu dan khususnya hari- hari besar.