Tempat liburan menarik

Blog yang memberikan info tempat liburan menarik di Indonesia

Diberdayakan oleh Blogger.

Tujuan Wisata di Provinsi Lampung

Provinsi Lampung memiliki banyak objek wisata untuk tujuan berlibur wisatawan. Sangat cocok untuk traveling dan touring, dengan alam, flora dan fauna yang indah dan beragam.

Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera.

Jenis tumbuhan di taman nasional tersebut antara lain api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratiasp.), nipah (Nypa fruticans), gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp.), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus).

Taman Nasional Way Kambas memiliki 50 jenis mamalia diantaranya badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster); berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.



Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Latihan Gajah (9 km dari pintu gerbang Plang Ijo) dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya.

Pusat latihan gajah ini didirikan pada tahun 1985. Sampai saat ini telah berhasil mendidik dan menjinakan gajah sekitar 290 ekor.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:


Pusat Latihan Gajah Karangsari. Atraksi gajah. Way Kambas. Untuk kegiatan berkemah.Way Kanan. Penelitian dan penangkaran badak sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma peneliti.Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas. Menyelusuri sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung migran), padang rumput dan hutan mangrove.

Pantai Tanjung Setia

Nama Pantai Tanjung Setia di Lampung Barat, sudah terpatri bagi orang barat. Selain panoramanya alami, juga ombaknya menantang. Jangan heran jika pada bulan Juli hingga Oktober selalu dipadati turis asing untuk surfing, lantaran ombaknya mencapai tujuh meter.

Deburan ombak di pantai Tanjung Setia yang berhadapan dengan Samudera Hindia, memang membuat gemas bagi para wisatawan minat khusus untuk berselancar. Selain ombaknya tinggi dan panjang, kondisi lautnya masih alami, belum tercemar bahkan udaranya sangat sejuk dan kondisi alamnya yang damai, jauh dari kebisingan.

Pantai yang berada di sebuah teluk kecil ini, selain menjadi lokasi surfing bagi wisatawan mancanegara (wisman) dari Australia, Amerika dan negara Eropa lainnya, juga dikenal sebagai tempat berwisata memancing yang kaya ikan laut mulai tuna hingga blue marlin. Juga, sebagai tempat berkemah, apalagi ada cottage yang representatif bahkan alami lantaran bangunannya menyatu dengan alam.



Karena itu, tidak berlebihan pantai yang berada Pekon Bumi Agung, Kecamatan Biha, sekitar 22 km dari Kota Krui dijuluki mutiara terpendam. Karena deburan ombaknya tidak kalah dengan yang ada di Bali dan Nias. Selain itu, kondisi pasir pantai yang halus, putih bak mutiara serta kebersihan pantai masih terjaga.

Untuk sarana jalan raya, sudah dibangun jalan yang sudah dilapisi batu koral sehingga memudahkan wisatawan berwisata di pantai ini.

Teluk Kiluan

Teluk kiluan saat ini merupakan tujuan wisata yang banyak dipilih orang. Keindahan pantai yang masih alami dan asri merupakan alasan yang tepat untuk memilih teluk kiluan sebagai tempat untuk menjernihkan fikiran. Pemandangan alam yang disajikan pun beraneka ragam. Perpaduan indahnya pegunungan yang menjulang tinggi,batu-batu karang yang terususun secara alami, air laut yang sangat jernih,terumbu karang yang elok,pasir yang putih bersih, dan suasan alam yang tenang menjadikan teluk kiluan primadona wisata lampung. Di pagi hari kawanan lumba-lumba siap menghibur hati para pengunjung dengan tarian-tarian indahnya. Suasana dimalam hari dengan menginap di cottage yang berada diteluk kiluan akan terasa sangat berkesan dengan alunan merdu gemericik ombak yang terdengar dibibir pantai.



Untuk Menuju Pulau Kiluan kurang lebih membutuhkan waktu tiga jam lamanya melalui jalan darat untuk mencapai Ekowisata Teluk Kiluan yang terletak di koordinat S5.749252 E105.192740 dari arah Pelabuhan Bakaehuni, atau kurang lebih sekitar 80 km dari Kota Bandar lampung. Dari Bakaeuhuni kita bisa mengikuti jalur lintas timur Sumatera sampai dengan pertigaan arah Pelabuhan Panjang. Kemudian ambil jalur Pelabuhan Panjang, terus ke arah Lempasing, Mutun dan diujung jalur ini kita akan ketemu Teluk Kiluan. Namun sebelum sampai ke teluk ini, perlu perjuangan ekstra keras, karena tidak semua jalur yang kita lalui beraspal.

Mulai memasuki daerah Lempasing, jalannya menyempit, berkelok-kelok dan naik turun. Kita harus ekstra hati-hati dalam mengendarai mobil ketika melalui jalur ini jika tak mau jatuh ke dalam jurang. Walaupun begitu, kita akan disuguhi pemandangan hijau hutan yang terletak di kanan kiri jalan yang menyejukkan mata. Sesekali akan terlihat lautan luas nan biru yang terlihat dari sebelah kiri tebing-tebing jalan yang kita lalui. Tambak udang juga banyak terlihat di sisi kiri jalan yang langsung berhadapan dengan lautan.

Pemandangan unik lain juga bisa kita lihat di sepanjang jalan ketika ke arah Kiluan. Kurang lebih tiga kilometer sebelum Kiluan ada perkampungan orang Bali, dimana semua kehidupan yang ada di situ persis adanya seperti di Bali. Dari mulai bangunan, tempat ibadah, cara berladang, bermasyarakat sampai dengan proses kehidupan sehari-hari.

Pantai Pasir Putih

Pantai Pasir Putih terletak di Lampung Selatan, tempatnya sangat mudah di temukan karena dilewati oleh jalan trans Sumatra, jarak dari Bandar lampung sekitar ±40Km atau 60 menit dari pusat kota Bandar Lampung.

Sarana yang tersedia di lokasi cukup memadai, ada beberapa warung makan, kamar mandi, dan shelter yang cukup luas. Tersedia pula kano yang dapat disewa, sedangkan untuk yang ingin merasakan sensasi ombak di tengah laut tersedia perahu wisata yang dapat disewa. Tarifnya per orang sekitar Rp. 20.000 untuk perjalanan pulang pergi ke Pulau Condong dan melihat taman laut. Jika ingin mengelilingi Pulau Condong, tambah lagi Rp. 5.000. Jika masih ingin menawar silahkan, tarifnya memang tidak resmi dan tidak ada tanda terima apapun.

Satu perahu dapat dimuati oleh sekitar 6 sampai 8 penumpang, belum termasuk awak perahu sebanyak 2 orang. Ingin lebih? Silakan, tapi sebaiknya pertimbangkan keselamatan karena tidak ada pelampung yang tersedia dan tidak ada asuransi.



Tidak perlu waktu lama untuk mencapai Pulau Condong, hanya sekitar 10 menit. Ombaknya juga tidak terlalu besar. Di lepas pantai terlihat beberapa jermal dan di kejauhan terlihat beberapa kapal barang yang sedang sandar di pelabuhan tidak jauh dari daerah Tarahan.

Pantai di Pulau Condong cukup bagus. Pepohonan di sekitar pantai juga cukup rimbun sehingga cukup nyaman untuk berteduh. Ombaknya tenang dan airnya cukup nyaman untuk digunakan berenang

Fasilitas untuk pengunjung sangat minim, malah sebenarnya bisa dikatakan tidak ada. Toko suvenir yang ada di pulau tersebut sudah lama tidak digunakan. Bangunan yang ada juga dalam kondisi tidak terawat, bahkan ada yang sudah hancur tinggal kerangka. Dua buah bangkai speedboat teronggok di pantai. Mungkin karam sewaktu badai dan tidak dapat digunakan kembali, bahkan salah satu kapal masih menyisakan kedua mesin di dalamnya.

Sedikit ke arah barat, ada sebuah terowongan yang menuju ke bagian lain dari pulau. Ternyata pemandangan di bagian ini sangat bagus. Pantainya tidak terlalu luas dan dasarnya berbatu tapi kondisinya sangat bersih dan belum banyak terkena vandalisme.

Pulau Kubur

Pulau Kubur merupakan salah satu pulau yang terdapat di Teluk Lampung. Pulau ini termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Telukbetung Barat. Untuk mencapai ke lokasi ini membutuhkan waktu 20-30 menit menggunakan perahu motor dari Pulau Pasaran yang jaraknya ± 7 km. Selain itu, dapat pula ditempuh melalui pantai Puri gading ataupun Pantai Tirtayasa dengan menggunakan perahu motor dengan waktu tempuhnya sekitar 10 menit.

Pulau Kubur memiliki luas sekitar 5 hektar ini masih terlihat alami dan hanya terdapat beberapa pondok. Di Pulau ini tidak terdapat penduduk sehingga sangat sepi sekali. Untuk wisatawan yang suka memancing datang ke Pulau Kubur adalah pilihan tepat karena Pulau Kubur ini sangat cocok untuk tujuan memancing



Namun, pantai ini terlihat ramai saat hari libur kebanyakan pengunjung yang menyeberang dari pantai Puri Gading ataupun dari Pantai Tirtayasa. Daya tarik wisata ini adalah penorama alam yang masih sangat alami dimana pengunjung dapat merasakan sepoi-sepoi angin, suasana yang nyaman dan juga banyaknya ikan hias yang tersebar di sekitar pantai pulau ini serta rimbunan pepohonan yang berada diatas bukit menambah kesejukan dalam berwisata di Pulau Kubur ini.

Pulau Kubur ini dapat dijadikan alternatif liburan pengunjung yang membutuhkan ketenangan ataupun menghilangkan kejenuhan berfikir dari kegiatan sehari-hari.

Taman Wisata Lembah Hijau

Salah satu sarana wisata yang menjadi andalan di Kota Bandarlampung saat ini adalah Taman Wisata Lembah Hijau. Dengan komposisi dari taman rekreasi dan kebun binatang mini yang terletak di daerah perbukitan, dengan lembah dan sungai kecil. Oleh karena itu lokasi wisata ini merupakan salah satu referensi bagi wisatawan local maupun mancanegara untuk bisa memanjakan para pengunjungnya disaat berwisata.

Berbagai fasilitas dan sarana rekreasi di Lembah Hijau saat ini semakin dilengkapi, apalagi dengan tiket masuk hanya Rp.10.000; berbagai fasilitas disediakan bagi para pengunjung diantaranya yaitu live music, outbound, restaurant, waterboom, taman satwa, cottages, aula meeting, camping ground, koleksi flora dan fauna, kuda tunggang, dan area berkemah. Lembah Hijau dilengkapi dengan arena outbound, paintball, balap ATV, arena futsal dan masih banyak lainnya yang bisa memanjakan waktu berlibur para pengunjung Taman Wisata Lembah Hijau sambil menikmati hidangan di restoran dan tinggal di cottage yang tersedia.

Sedangkan diarea waterboom ada empat kolam utama dan satu kolam arus, spiral slide, torpedo slide, water splash pada kolam anak, gelas tumpah, pancuran bunga matahari, dan kuda laut serta water canon. Di tambah lagi adanya wahana terbaru di tahun 2011 yaitu Twins Boomarang setinggi 28 meter dan panjang 160 meter merupakan yang paling panjang untuk wilayah Sumatra. Wahana ini dipastikan aman bagi penggunanya, karena Tim Taman Wisata Lembah Hijau telah melengkapinya dengan sistem pengamanan berstandar dan CCTV untuk mengontrol lintasan.

Di penghujung tahun 2011 ini juga Taman Wisata Lembah Hijau juga telah menambah sebuah wahana baru lagi, Yaitu boom-boom car yang baru di-launching, beberapa waktu lalu keberadaan wahana Bom-bom Car yang dioperasionalkan melalui daya listrik tersebut diharapkan dapat semakin melengkapi fasilitas yang sebelumnya sudah tersedia di TWLH. Dengan begitu, diharapkan pengunjung TWLH nantinya dapat memiliki berbagai pilihan wahana untuk dimanfaatkan sesuai dengan yang diinginkan.

Pengunjung yang ingin mencoba wahana baru ini, hanya dikenakan tarif sebesar Rp.15.000; langsung bisa mengendarai boom-boom car selama 5 menit. terdapat 10 buah dengan beragam warna. Seperti, merah, kuning, biru, pink dan hijau.

Kalianda Resort (Krakatoa Nirwana Resort)



Kalianda Resort adalah salah satu lokasi wisata pantai yang dikelola Krakatau Lampung Tourism Development Corporation (KLTDC) di Merak Belantung, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan kini tengah melakukan renovasi untuk membenahi berbagai fasilitasnya.

Komisaris KLTDC itu Bambang Irawan menyebutkan di Kalianda, Minggu, sasaran utama renovasi kawasan wisata pantai terpadu itu adalah menambah kamar dan fasilitas pendukung lainnya, untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan bagi pengunjung yang datang ke sana.

“Tren pengunjung akhir-akhir ini naik setelah manajemen membenahi diri, sehingga renovasi itu diharapkan semakin menarik minat orang datang ke Kalianda Resort,” kata Bambang yang juga mantan Kepala Bappeda Provinsi Lampung dan mantan anggota DPRD Lampung itu.

Saat ini, kamar yang tersedia dalam berbagai jenis (Kanjuru, Lambur, Nirwana 1, 2, dan 3, De Luxe, dan Superior, Suite) masih terbatas menampung tamu yang datang, hanya berkisar 40-an orang saja.

Nantinya Kalianda Resort yang harus bersaing dengan beberapa objek wisata pantai di dekatnya itu, akan menambah kamar sehingga bisa didiami ratusan tamunya

Menara Siger










Menara Siger adalah sebuah bangunan enam lantai yang digagas oleh Gubernur Lampung, Sjachroedin Z. P, untuk program kerja tahun 2005-2009. Anshori Djausal, M. T., seorang dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung (UNILA) sekaligus arsitek asli Lampunglah yang menjadi perancang Menara Siger.


Bangunan ini terletak di Bukit Gamping, Bakauheni, Lampung Selatan. Fungsinya adalah sebagai landmark Provinsi Lampung, sepertihalnya Newyork dengan Patung Liberty, Jakarta dengan monas, dan Lampung dengan Menara Siger. Selain itu, pembangunan Menara Siger merupakan awal dari pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), yaitu sebuah jembatan yang akan menjadi media transportasi penyebrangan darat antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.




Menara Siger dibangun di atas bukit dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Sebagai sebuah landmark Provinsi Lampung, penampilan Menara Siger dirancang dengan beragam hal yang menjadi cirikhas Lampung. Misalnya saja topi berwarna kuning merupakan gambaran dari siger, yaitu mahkota adat wanita Lampung yang berwarna kuning emas. Selain itu, bangunan ini juga dihiasi lukisan corak tapis, kain khas Lampung. Para wisatawan dapat menyaksikan keidahan Selat Sunda dan daerah sekitar Bakauheni.

Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Lampung

Objek Wisata di Riau

Provinsi Riau sebagai Pusat Kebudayaan Melayu, didukung dengan Kepariwisataan yang Berbasis Kerakyatan serta Berwawasan Lingkungan Masyarakat yang Agamis 


CANDI MUARA TAKUS


Candi ini merupakan salah-satu peninggalan sejarah yang sangat penting di bumi Lancang Kuning. Candi yang terletak d Kecamatan XIII Koto Kampar yang berjarak sekitar 118 Km dari Pekanbaru ini terbuat dari batu sungai, pasir dan batu bata. Candi ini dibangun antara abad ke 4, ke 7, ke 9. Sampai saat ini, belum ada satu orang pun pakar sejarah yang memastikan kapan sesungguhnya candi ini dibangun. Candi ini berukuran 7 x 7 meter. Komplek candi ini dikelilingi oleh tembok yang berukuran 74 x 74 meter, dan di luarnya terdapat tembok tanah yang berukuran 1,5 x 1,5 Km. Di dalam komplek, ditemui pula bangunan Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai Setupa, dan Palangka. Candi yang mirip dengan Candi Acoka di India ini, merupakan peninggalan sejarah silam yang membuktikan bahwa di daerah ini dulunya pernah berkembanga agama budha yang datangnya dari India. Selain itu, walaupun para pakar sejarah belum sepakat, akan tetapi sebagian mereka mengatakan bahwa candi ini merupakan sebuah bukti nyata kalau Kerajaan Sriwijaya pernah berpatak disini.


TAMAN NASIONAL BUKIT TIGA PULUH


Taman Nasional Bukit Tiga Puluh terletak dijalan lintas antara Provinsi Riau da Provinsi Jambi, sekitar 50 Km dari kota Rengat. Alamnya yang indah dan sejuk, membuat kita betah untuk menikmati pemandangan alam. Sebagai kawasan Konservasi hutan tropis basah seluas 94.698 hektar, Taman Nasional Tiga puluh berfungsi sebagai daerah cagar alam dan satwa serta daerah konservasi air.Taman ini kaya dengan aneka flora dan fauna langka. Cendawan Muka Rimau Salo dan Mapau, yang merupakan tanaman endemik yang cukup langka, dapat ditemukan dikawasan hutan ini. selain itu, dikawasan hutan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ini, ditemukan pula 59 jenis fauna langka, antara ain: Gajah Sumatra, Harimau Sumatra, dan lain sebagainya. Dilokasi Taman Nasional sudah dibangun museum dan pusat pelatihan kebakaran hutan, dimuseum kita dapat melihat berbagai jenis flora dan fauna. Hutan Bukit Tigapuluh sangat ideal untuk berbagai kegiatan wisata, dan kegiatan olah raga petualangan yang menantang, seperti arung jeram, trekking dan sebagainya. Di kawasan taman ini, terdapat pula komunitas masyarakat Suku Talang Mamak ( salah - satu suku terasing dan terbelakang di riau) yang masih hidup secara tradisional, dan amat tergantung kepada hutan.


ISTANA SIAK


Kerajaan Siak Sri Indrapura merupakan sebuah kerajaan Melayu Islam terbesar di Riau. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada abad ke-16 sampai abad ke-20. Sejak awal berdirinya (1725) sudah 12 orang sultan yang memerintah. Salah satu peninggalan kerajaan ini yang masih berdiri dengan gagahnya adalah Istana Kerajaan. Istana yang dibangun oleh Sultan Assyaaidis Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin (1889-1908) ini bernama Assyiratul Hasyimiah. Kini, istana ini menjadi tempat penyimpanan benda-benda koleksi kerajaan, seperti kursi singgasana kerajaan yang bersepu emas, duplikat mahkota kerajaan, brangkas kerajaan, payng kerajaan, tombak kerajaan, dan komet (gramofon besar) sebagai barang yang langka, yang konon hanya ada dua buah di dunia ini. satu buah di sini, dan satu lagi terdapat di Jerman. Di samping itu, masih terdapat lagi benda-benda kuno lainnya. Di samping Istana Kerajaan ini, terdapat pula istana peraduan.


PANTAI PASIR PANJANG


Kawasan Pantai Pasir Panjang adalah Tanjung Medang, Teluk Rhu dan Tanjung Punak. Kawasan Pantai Pasir Panjang ini terdapat di Kecamatan Rupat Utara. Pasir di pantai ini berwarna putih dan bersih. Air lautnya yang jernih memungkinkan wisatawan untuk mandi, berjemur, berolahraga air di pantai ini. Pemandangan pulau-pulau yang berada disekitar pantai ini sangat menyenangkan, karena setiap pulau (Pulau Ketam, Pulau Mentete, Pulau Baru) di latarbelakangi oleh hutan pinus seperti ditanam rapi, padahal hutan ini tumbuh sendiri. Kawan Pantai Pasir Panjang ini berhadapan lansung dengan Kota Dumai, dan bisa dijangkau dengan menggunakan alat transportasi laut seperti motor boat.



Disamping itu Pulau Rupat juga didiami oleh suku terasing yang disebut Suku Akit yang mendapat perlindungan dari Pemerintah Daerah agar cara hidup dan tradisi mereka yang unik tetap dipertahankan. Karena belum banyak tersentuh oleh kemajuan. Kehidupan Suku Akit dalam habitatnya yang asli dengan gaya hidup yang masih tradisional merupakan sesuatu yang unik dan menjadi daya tarik wisata tersendiri di pulau ini.



GUA TUJUH SERANGKAI


Gua Tujuh Serangkai terdapat di Desa Kabun Kecamatan Tandun memiliki keunikan tersendiri, mengingat dalam kawasan yang memilik luas lebih kurang 10 Ha tidak hanya memiliki rangkaian gua yang saling berhubungan satu dengan lainnya yang terdiri dari 7 gua, disamping itu pada kawasan perkebunan serta kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi. Menuju lokasi yang berjarak 100 Km dari Ibu Kota Provinsi Riau Pekanbaru, kita dapat menikmati keindahan alam yang berlatas perbukitan dan kerindangan pohon yang hijau dan sejuk.


Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau

Mesjid Raya Baiturrahman - Mesjid Raya Banda Aceh


Mesjid Raya Baiturrahman merupakan mesjid terbesar dan termegah di Aceh. Mesjid ini mempunyai arsitektur yang indah dan terletak di pusat Kota Banda Aceh. Mesjid Raya Baiturrahman tidak sekedar berfungsi sebagai sebuah tempat religious semata, tetapi juga mempunyai makna yang mendalam bagi masyarakat Aceh berkaitan dengan sejarah kependudukan Belanda di daerah ini pada masa lalu. Ketika Belanda belum menduduki Aceh, mesjid ini dipergunakan oleh para pejuang Aceh sebagai markas pertahanan mereka.

Sebelum wujudnya yang seperti sekarang, beberapa tulisan tentang sejarah Mesjid Raya Baiturrahman menyebutkan bahwa mesjid ini mulai dibangun pada masa Kerajaan Aceh diperintah oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Namun ada juga yang menyebutkan bahwa mesjid ini dibangun pertama kali pada Pemerintahan Sultan Alaidin Mahmud Syah pada tahun 1292 (621 H). Perluasan mesjid juga dilakukan kembali pada masa Pemerintahan Nakiatuddin Kinayat Syah pada tahun 1675-1678 M.


Banyak orang tua di Aceh menyebutkan bahwa bentuk bangunan Mesjid Raya Baiturrahman ketika itu berkonstruksi kayu, bertatapkan daun rumbia dan berlantaikan tanah liat yang rata dan mengeras yang menyerupai semen setelah kering. Para jamaah menggunakan tikar dari daun pandan untuk menutupi lantai mesjid sebagai alas untuk bersembahyang. Bentuk atap menyerupai belah kerucut dan berlapis tiga buah dengan kemiringan sekitar 30 derajat.


Berdasarkan sejarah bahwa Mesjid Raya Baiturrahman pernah dibakar dua kali oleh Belanda. Pertama pada tanggal 10 April 1873 dan dalam pertempuran ini Mayor Jenderal J.H.R Kohler tewas di depan mesjid tersebut, tepatnya di bawah sebatang pohon Geulumpang, yang belakangan orang-orangg Belanda menamakannya Kohler Boom. Kedua pada tanggal 6 Januari 1874. Meskipun mesjid tersebut dipertahankan secara mati-matian oleh seluruh rakyat Aceh, tetapi karena keterbatasan dan kesederhanaan persenjataan, akhirnya mesjid ini jatuh kembali ke tangan Belanda. Mesjid ini tidak hanya jatuh ke tangan musuh tetapi juga habis dibakar. Tidak lama kemudian, Belanda mengumumkan bahwa Aceh sudah berhasil ditaklukkan.


Empat tahun kemudian tepatnya pada pertengahan Bulan Safar 1294 h (awal maret 1877 M) dengan mengingat janji Van Swieten dulu, Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali Mesjid Raya Baiturrahman pada lokasi yang sama. Kemudian, pada hari Kamis 13 Syawal 1296 H/9 Oktober 1879 pembangunan kembali mesjid ini mulai dilakukan oleh Gubernur Jenderal Van Der Heiden. Peletakan batu pertama diwakili oleh Teungku Qadli Malikul Adil dan disaksikan oleh rakyat Aceh yang berada di sekitar mesjid itu. Pada tanggal 24 Safar 1299 H atau 27 Desember 1881 M, pembangunan mesjid ini dinyatakan selesai dan dapat dipergunakan oleh rakyat Aceh.

Sumber : Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Aceh

Tujuan Wisata Sumatera Selatan

Jembatan Ampera adalah ikon dari Provinsi Sumatera Selatan yang terdapat di Palembang, ibukota provinsi Sumatera Selatan. yang tidak kalah menarik adalah wisata alam yang begitu indah dan beragam keindahannya.

Jembatan Ampera merupakan jembatan kebanggaan masyarakat Palembang, Sumatera Selatan dan menjadi Trade Mark bagi kota Palembang. Keberadaan jembatan tersebut sangat penting untuk menghubungkan daerah ulu dan ilir sehingga transportasi menjadi lancar dan otomatis juga memperlancar kehidupan ekonomi. jembatan ini memiliki panjang 1.177 meter dengan lebar 22 meterJembatan Ampera merupakan hadiah Bung Karno bagi masyarakat Palembang yang dananya diambil dari dana perampasan perang Jepang.Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965 tepatnya pada tanggal 30 September 1965 Oleh Letjend Ahmad Yani ( sore hari Pak Yani Pulang dan subuh 1 Oktober 65 menjadi Korban G.30 S PKI), sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Akan tetapi, setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera. tetapi masyarakat palembang lebih suka memanggil jembatan ini dengan sebutan “Proyek Musi”.


Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit.Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.Sejak tahun 1970, Jembatan Ampera sudah tidak lagi dinaikturunkan. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini, yaitu sekitar 30 menit, dianggap mengganggu arus lalu lintas antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir, dua daerah Kota Palembang yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Alasan lain karena sudah tidak ada kapal besar yang bisa berlayar di Sungai Musi. Pendangkalan yang semakin parah menjadi penyebab Sungai Musi tidak bisa dilayari kapal berukuran besar. Sampai sekarang, Sungai Musi memang terus mengalami pendangkalan.

Danau Ranau



Danau ranau merupakan salah satu tempat objek wisata Danau yang sangat indah pemandangannya, dimana objek wisata Danau Ranau ini terletak di daerah banding Agung sekitar 125 KM dari Baturaja Ogan komering Ilir.

Inilah beberapa objek wisata yang terdapat di daerah Sumatera Selatan, dan juga objek Wisata yang saya sampaikan ini bisa jadi bahan pertimbang saudara-saudara sekalian ketika berada di Sumatera Selatan dan mencari Objek wisata untuk menghilangkan rasa stress anda dan juga tempat Refresing. Ingat di Negara kita ini banyak sekali tempat wisata-wisata yang sangat bagus untuk dikunjungi, jadi buat apa jalan-jalan dan refreshing ke luar negeri padahal di Negara ini banyak sekali tempat wisata yang cukup menarik dan murah, salah satunya Sumatera Selatan. Danau Ranau merupakan danau terbesar dan terindah di Sumatera Selatan yang terletak di kecamatan Banding Agung Kabupaten UKO Selatan (dahulu masuk dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu). Berjarak sekitar 342 km dari kota palembang, 130 km dari kota Baturaja, dan 50 kilometer dari Muara Dua, ibu kota OKU Selatan, dengan jarak tempuh dengan mobil sekitar 7 jam dari kota Palembang. Sementara dari Bandar Lampung, danau ini bisa ditempuh melalui Bukit Kemuning dan Liwa. Secara geografis, danau ini terletak di perbatasan Kabupaten OKU Selatan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat Propinsi Lampung. Danau Ranau yang mempunyai luas sekitar 8×16 km dengan latar belakang gunung Seminung (ketinggian ± 1.880 m dpl), dikelilingi oleh bukit dan lembah. Pada malam hari udara sejuk dan pada siang hari cerah suhu berkisar antara 20° – 26° Celsius. Terletak pada posisi 4°51'45? bujur selatan dan 103°55'50? bujur timur.

 Air Terjun Bidadari





Tidaklah mengherankan, mengapa Syuting Pembuatan Film "Si Pahit Lidah" yang terkenal itu mengambil setting di lokasi ini. Keindahan Air Terjun Bidadari memang menjadi daya tarik tersendiri. Selain menyajikan keindahan alam yang alami, lokasinya pun tidaklah terlalu sulit untuk dicapai. Air Terjun Bidadari terletak di desa Karang Dalam Kecamatan Pulau Pinang kurang lebih 8 km dari kota Lahat.



Disekitar lokasi Air Terjun tersebut, ada 3 Air Terjun (Air Terjun Bujang Gadis, Air Terjun Sumbing dan Air Terjun Naga) lagi yang dapat dinikmati dengan menyusuri aliran dari Air Terjun Bidadari.Dengan dipandu penduduk sekitar yang sudah mengenal daerah tersebut, anda dapat menikmati keindahan ke 4 air terjun yang alami tersebut dan alam sekitarnya dengan menyusuri sepanjang aliran airnyaAnda bisa memulai dari atas (Air Terjun Bidadari) sampai kebawah (Air Terjun Naga), atau sebaliknya. Pengalaman menyusuri air terjun tersebut akan menjadi pengalaman tambahan bagi anda yang senang berpetualang dan menyukai tantangan.


Arum Jeram Sungai Manna



Pagar Alam, Sumatera Selatan - Arung jeram merupakan perpaduan antara wisata dan olahraga. Sungai Manna di wilayah Kecamatan Tanjungsakti Kabupaten Lahat, atau sekitar 40 km dari kota Pagaralam, Sungai Manna yang membelah bagian Selatan Provinsi Bengkulu ini bagian hulunya berada di wilayah Sumatera Selatan. Kondisi geografis wilayah sebelah

Sungai ini memiliki tingkat kesulitan bervariasi, keadaan sungai cukup lebar di bagian awal, sedangkan sepanjang 15 Km berikutnya terdapat jalur sungai yang sempit dan arusnya deras bergemuruh, sehingga cukup menantang bagi penggemar olah raga arung jeram.Jalur sungai sangat jeram yang berupa patahan (hole) dengan dinding batuan padas di pinggiran sungai, serta keadaan arus di ujung jeram yang membentuk cekungan dan arus memutar. Jeram Sungai Manna mempunyai kategori kesulitan maksimal grade-IV. Keindahan alam yang berupa tebing-tebing di kiri-kanan sungai menawarkan keindahan alam hutan hujan tropis yang sangat memukau. Kecamatan Tanjungsakti, kabupaten Lahat, sekitar 40 km dari Kota Pagaralam. Pagaralam-Tanjungsakti dengan jarak 40 km ditempuh menggunakan kendaraan bermotor.



Air Terjun Bedegung



Air terjun ini terletak di dekat Desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, sekitar 56 km di selatan Muara Enim. Sumber mata airnya di celah Bukit Barisan dan ke bawah membentuk sebuah sungai kecil yang deras. Curup Bedegung merupakan objek wisata alam handalan daerah ini.




Untuk memudahkan para pengunjung mendekati air terjun, tersedia jalan setapak sepanjang 600 meter yang dibangun di tepi sungai dan sebuah jembatan yang melintasi sungai kecil yang deras itu. Sedangkan di atas sungai tersedia lapangan parkir, warung-warung yang menyediakan makan dan minuman. Dan agak ke hilir, terdapat sebuah tempat pemandian alam dan tempat memancing, lengkap dengan fasilitasnya.


Air terjun alami ini merupakan tempat rekreasi yang memberikan kesejukan bagi pengunjung karena hembusan angin yang membawa butiran-butiran air. Suasana alam pegunungan di sekitarnya benar-benar mengesankan.




Air Terjun Temam




Tempat Wisata Alam Air Terjun Temam Lubuk Linggau Sumatera Selatan dengan ketinggian12 m dan lebar 25 m. Lokasinya dikelilingi batu-batuan alam serta pepohonan yang hijau dengan kondisi lingkungan alam yang masih alami. Objek wisata ini berlokasi 11 km ke arah selatan dari pusat Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatera Selatan. Lubuk Linggau sendiri dapat ditempuh dengan 6.5 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor dari Palembang. Sebagai alternatif lain, kota ini juga dapat dicapai melalui Bengkulu dan berjarak sekitar 4 jam perjalanan dari Bengkulu.





Air Terjun ini sendiri terletak ± 50 m dari jalan poros yang menghubungkan antara Kelurahan Air Temam dan Kelurahan Rahma. Bagi wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan tersebut membutuhkan waktu ± 30 menit dari pusat Kota Lubuklinggau.








Sumber : www. iannnews.com

www.wisata.tokobunganusantara.com

Pantai Biru Tempat Wisata Alam Di Medan

Medan merupakan salah satu kota terbesar di Sumatera, ada banyak sekali objek wisata di medan selain yang sering kita dengar seperti Danau Toba, Berastagi, dan Gundaling ternyata medan juga mempunyai sebuah objek wisata alam yang bernama Pantai Biru atau Pantai Sibiru-biru.

Pantai Biru

Selain pantai biru juga masih banyak pantai- pantai lainnya di kota medan seperti Pantai Cermin, namun kali ini kita akan membahas indahnya permandian sibiru- biru di kota medan.
Pantai biru merupakan sebuah tempat objek wisata yang ada di medan, sumatera utara. Sebenarnya Pantai biru atau dikenal dengan Pantai sibiru- biru ini hanyalah sebuah sungai namun masyarakat di medan biasanya sungai yang lebar disebut pantai.

Pantai biru atau Pantai sibiru- biru ini beralamatkan di Jln. Sibiru- biru Kab. Deli Serdang Kec. Sibiru- biru Sumatera Utara tempat ini sangatlah pantas bagi anda pecinta wisata alam. Pantai biru sendiri memiliki air yang sangat jernih karena kita masih bisa memandang indahnya didalam air sungai ini.
Biasanya tempat ini ramai di kunjungi pada hari sabtu, minggu, dan hari- hari besar. Masyarakat setempat sangalah ramah dan sopan karena anda akan disambut dengan senyuman dan sapa.
Tempat ini juga biasa dijadikan sebagai tempat wisata kuliner di medan. Karena banyaknya rumah makan maupu restaurant yang bertebaran hapir disetiap pinggir pantai.

Untuk mencapai tempat ini anda dapat menaiki angkot melalui Padang Bulan Medan dengan menaiki angkot KPUM D95 karena hanya ada 1 angkot yang sampai kesana. Jika anda melaui terminal amplas Medan anda juga bisa menaiki angkot HIKMA warna putih namun anda harus translate lagi diterminal angkot ini berhenti dan nantinya anda harus menaiki angkot KPUM D95.

Sesampai disana kita harus membayar tiket masuk seharga Rp. 5000/ 10.000 . Nah semoga aja anda tertarik dengan tempat ini karena biasanya Pantai sibiru- biru sangatlah padat di kunjungi masyarakat medan dan wisatawan dari luar negeri pada hari sabtu, minggu dan khususnya hari- hari besar.

Air Terjun Curug Dago tempat wisata alam di bandung

Pernahkah anda mendengar Curug Dago ya Curug Dago merupakan sebuah objek wisata alam di bandung. Bagi anda pecinta pecinta alam yang mau berwita di alam Curug Dago tempat yang pantas untuk anda berwisata di bandung karena Curug Dago merupakan tempat wisata Air terjun yang sangat indah dan memiliki ketinggian air kurang lebih 12 m dan berada pada ketinggian 800 meter diatas permukaan laut. Awal mula curug ini berasal dari aliran sungai Cikapundung menurut pemandu wisata yang ada di curug dago

wisata indonesia, jalan-jalan, liburan,
Gambar Pesoana Air Terjun Curug Dago

Curug Dago ini mengalir dari Maribaya hingga sampai ke kota Bandung. Karena lokasi air terjun Curug Dago ini tersembunyi yang jauh dari kota bandung dan berada di daerah Bukit Dago yang katanya tempat wisata ini masih dalam kawasan Taman Hutan Raya H Djuanda, Bandung.

Curug Dago sendiri memang belum begitu di kenal oleh masyarakat di indonesia dan kota bandung sendiri karena kurangnya promosi. wisata Curug Dago menyimpan segudang sejarah dari perjalanan Kerajaan Thailand yang dulu datang ke Indonesia.

Beberapa jarak dari Curug Dago tampak dua buah prasasti batu tulis yang konon pada tahun 1818 M bekas peninggalan sejarah kuno. Dua prasasti tersebut merupakan peninggalan dari seorang Raja Rama ke 5 atau disebut juga Raja Chulalonkorn dan Raja Rama ke 8 atau Pradjathipok Pharaminthara yang berasal dari dinasti Chakri dan dulunya pernah berkunjung ke Curug Dago.

Lokasi  Wisata Bandung Curug Dago :

Curug Dago terletak di Kec. Coblong, Desa Dago, Bandung. Terletak sekitar 8 km dari pusat kota Bandung menuju arah utara. Untuk Anda yang ingin menuju area wisata yang ada di Curug Dago.

Bisa melewati jalan yang tidak jauh di seberang Terminal dago tepatnya atau melewati Taman Budaya Ganesha Dago atau Dago Tea House yang beralamatkan di Jl, Ir.
Djuanda. O ya untuk dapat ketempat ini anda hanya dapat menggunakan kendaran roda 2. seperti sepeda ataupun motor atau juga jika anda tidak malas untuk berjalan kaki.

OBJEK WISATA KALIMANTAN TENGAN

Kalimantan Tengah adalah salah satu provinsi dengan ibukotanya Palangka Raya , dan mempunyai banyak sekali obyek wisata antara lain Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Minat Khusus, Wisata Kuliner, Wisata Olah Raga, Wisata Belanja , dari sekian banyak Obyek wisata Kalimantan Timur  yang sangat terkenal yaitu Wisata Minat Khusus Taman Nasional Tanjung Puting di camp Leakey untuk mengamati orang utan.


TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING


Taman Nasional Tanjung Puting
Taman Nasional Tanjung Puting merupakan lokasi pusat rehabilitasi orangutan (Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, Camp Leakey) serta pengamatan flora dan fauna khususnya Bakatan (Natai Lengkuas,Sungai Buluh dan Danau Burung).
Taman Nasional Tanjung Puting merupakan lokasi pertama di Indonesia sebagai pusat rehabilitasi orangutan. Terdapat tiga buah lokasi untuk rehabilitasi orangutan yaitu di Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey.
Orangutan Kalimantan mempunyai bulu kemerah-merahan gelap dan tidak memiliki ekor. Sejalan dengan pertumbuhan usianya, jantan dewasa mengembangkan pipinya hingga membentuk bantalan. Semakin tua, bantalan pipinya semakin besar sehingga wajahnya terkesan seram.
Taman Nasional Tanjung Puting memiliki beberapa tipe ekosistem yang terdiri dari hutan hujan tropika dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai, dan hutan sekunder.
Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting ini didominir oleh tumbuhan hutan dataran rendah seperti jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), meranti (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), dan rotan.
Jenis satwa langka endemik dan dilindungi yang terdapat di hutan Taman Nasional Tanjung Puting antara lain orangutan (Pongo satyrus), bekantan (Nasalis larvatus), lutung merah (Presbytis rubicunda rubida), beruang (Helarctos malayanus euryspilus), kancil (Tragulus javanicus klossi), macan dahan (Neofelis nebulosa), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis borneoensis
Taman Nasional Tanjung Puting ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfir pada tahun 1977 dan merupakan Sister Park dengan negara Malaysia

Orang Utan
Tanjung Harapan. Merupakan stasiun pertama dalam proses rehabilitasi orangutan. Lokasi ini berada di hutan sekunder dan hutan rawa yang dilengkapi dengan wisma tamu, pusat informasi dan jalan trail.
Pondok Tanggui. Orangutan tersebut tetap diamati secara tertutup dan dihindari kontak dengan manusia.
Camp Leakey. Didirikan pada tahun 1971, berada di hutan primer dan merupakan tempat dari beberapa orangutan yang setengah liar sampai liar dan dari yang baru dilahirkan sampai usia tiga tahun (raja tua).
Natai Lengkuas. Stasiun penelitian bekantan dan pengamatan satwa lainnya melalui sungai.
Sungai Buluh dan Danau Burung. Pengamatan satwa burung terutama burung migran.
Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Kompetisi Tradisional Rowing pada bulan Mei di Pangkalan Bun
Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d September setiap tahunnya.
Cara pencapaian lokasi: Dari Pangkalan Bun (plane) dengan kendaraan darat ke Kumai sekitar 20 menit (8 km). Selanjutnya dari Kumai ke Tanjung Harapan menggunakan klotok selama 1,5-2 jam, atau Kumai – Natai Lengkuas selama 4 – 5 jam. Menggunakan perahu cepat dari Kumai – Tanjung Harapan selama 0,5 – 1 jam, dari Kumai – Camp Leakey selama 1,5 – 2 jam, dan dari Kumai ke Natai Lengkuas selama 1,5 – 2 jam.

ARBORETUM NYARU MENTENG

Arboretum Nyaru Menteng
Arboretum Nyaru Menteng adalah sebuah kawasan hutan yang di dalamnya terdapat banyak spicies flora dan fauna, yang menjadi objek wisata menarik di kota tersebut ,Di lokasi ini banyak terdapat koleksi kehutanan dengan berbagai jenis seperti tanaman geronggang, meranti, cemara, dan tampan ,terdapat juga proyek reintroduksi sekitar 200 ekor orangutan.
arboretum startdoorcomSebagai  objek wisata alam yang juga sebagai wilayah konservasi dan penelitian tanaman langka, yang berlokasi di Kelurahan Tumbang Tahay Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya (Km 28 dari Palangkaraya menuju Kabupaten Katingan).
Arboretum Nyaru Menteng dengan luas 65,2 hektare yang merupakan bagian dari bumi perkemahan pramuka adalah kawasan pelestarian plasma nutfah ekosistem hutan rawa di Propinsi Kalteng.
Flora dan Fauna hidup kawasan Arboretum Nyaru Menteng ini adalah jenis-jenis yang tumbuh dalam ekosistem hutan rawa.
 
Orang Utan
Flora dan Fauna
Jenis pohon yang tumbuh di Arboretum Nyaru Menteng dapat digolongkan ke dalam 43 famili dengan jumlah species sebanyak 139 jenis.antara lain Ramin (Gonistylus bancanus), Meranti rawa (Shorea spp), Mahang (Macaranga maingayi), Geronggang (Cratoxylon arborescens), Makakang (Melastoma sp), Kapur Naga (Dryobalanop sp), Kempas (Koompasia malaccensis), Rengas (Gluta Rengas), Palawan (Tristania maingayi), Belangiran (Shorea balangeran), Punak (Tretramerista glabra). Pohon yang tergolong langka di Arboretum Nyaru Menteng adalah Terentang (Camnospermum sp), Mentibu (Dactylocladus stenostachys), Bintangur (Callophyllum sp), Jelutung (Dyera costulata), Agathis (Agathis sp), Bangkirai (Hopea sp), Gelam Tikus (Melaleuca leucadendron), Jambu-jambu (Eugenia sp) dan Tumih (Combretocarpus rotundotus).
Selain itu terdapat 4 (empat) jenis Kantong Semar yang teridentifikasi di kawasan ini yaitu Nepenthes raffesiana, N. maxima, N. ampullaria dan N. Gracilis.
Jenis-jenis liana antara lain Aglaonema sp, Dianella sp, Cyrtosperma sp, Nephrolepsis sp. Dijumpai juga jenis-jenis Beringin (Ficus sp) mulai dari yang berbentuk semak sampai pohon.
Jenis-jenis eksotik yang berasal dari luar kawasan yang ditanam di kawasan ini antara lain Alau (Dacridium sp), Galam (Eucalyptus sp), Nangka (Arthocarpus heterophylus), Sinonim (Arthocarpus integra), Jambu Mente (Anacardium occidentale), Rambutan (Nephelium lappaceum), Saga (Adenathera microsperma), Akasia (Acacia auliculiformis), Sungkai (Peronema canescens), Cempedak (Arthocarpus cempedak), Durian (Durio zibethinus) dan Cemara (Casuarina sp).
Beberapa jenis satwa liar antara lain beberapa jenis burung seperti Beo (Gracula religiosa) dan Cucak Rowo (Pyocnonotus zeylanicus). Jenis lain seperti Biawak (Varanus sp), Ular, Monyet dan sesekali masih dijumpai orangutan liar (Pongo pygmaeus), Owa-owa (Hylobates muelleri) dan Tupai/Bajing.
Di kawasan ini terdapat jembatan kayu panjang lima Km , wisma cinta alam, bumi perkemahan, aula pertemuan, Information Center, shelter, pondok kerja, tempat parker

KOTA AIR MUARA TEWEH

Muara Taweh
Sebagai kota air, Muara Teweh menyuguhkan pemandangan Wisata Alam yang unik berupa rumah apung yang cukup banyak, berderet di sepanjang tepian Sungai Barito sekaligus menyuguhkan panorama sungai Barido
Kota Air Muara Teweh ,merupakan Ibu Kota Kabupaten Barito Utara yang mayoritas penduduknya berasal dari suku Dayak Bakumpai, subetnis Dayak di Barito yang memeluk agama Islam. Kota kecil yang dikelilingi hutan dan bentuknya memanjang mengikuti aliran sungai ini merupakan satu-satunya kota ramai di daerah pedalaman Sungai Barito, yang membelah Pulau Kalimantan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hingga Kabupaten Murung raya, Kalimantan Tengah.
Sebagai kota air, Muara Teweh menyuguhkan pemandangan yang unik. Di kota kecil ini, terdapat rumah apung yang cukup banyak, berderet di sepanjang tepian Sungai Barito. Jenis rumah semacam ini dapat dianggap sebagai kearifan lokal dalam menghadapi bahaya banjir. Karena banjir di Muara Teweh pada umumnya berupa genangan, bukan air bah, jadi setinggi apapun banjir yang terjadi tidak akan menenggelamkan rumah-rumah tersebut.
Kota Air Muara Taweh
Di sepanjang aliran sungai, pengunjung juga akan menjumpai pemandangan alam yang menawan. Menyaksikan lebat dan hijaunya hutan Kalimantan serta mendengarkan nyanyian khas hewan-hewan yang hidup di dalamnya merupakan pengalaman berharga yang mungkin tidak akan dialami di tempat-tempat lain. Dengan menggunakan jasa ojek speed boat, pengunjung dapat menikmati sepuasnya keindahan pemandangan alam di sepanjang aliran Sungai Barito tersebut. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan harga yang ditawarkan, sebab tidak ada harga resmi untuk alat transportasi ini, sehingga pengunjung dapat menawarnya. Pada umumnya, besar-kecilnya biaya yang dikeluarkan tergantung pada jarak tempuh yang dikehendaki oleh pengunjung.

PANTAI UJUNG PANDARAN

Pantai Ujung Pandaran
Salah satu objek wisata andalan Kotawaringin Timur. Pantai yang terkenal dengan hamparan pasir putih , dipagari nyiur melambai sepanjang pantai dan kekayaan biota lautnya ini membentang puluhan kilometer dari Kotawaringin Timur hingga perbatasan Kabupaten Seruyan. Pantai Ujung Pandaran termasuk jenis pantai yang landai.
pantaiujung pandaran ningstami multiplyPantai Ujung Pandaran dengan  hamparan pasir putih yang begitu luas, barisan pohon nyiur yang jika dilihat dari kejauhan seolah-olah memagari pantai ini, deburan ombak yang cukup besar, dan kekayaan biota laut khas pantai ini. Khusus untuk biota laut, di Pantai Ujung Pandaran banyak terdapat ubur-ubur, ikan pari, berbagai jenis ikan kecil yang hidup di terumbu karang, dan lain-lain.
Pantai Ujung Pandaran
Dikawasan Pantai Ujung Pandaran ini dapat menyaksikan juga ritual adat Simah Laut oleh masyarakat nelayan setempat secara turun temurun. Simah Laut adalah ritual tolak bala yang dilakukan oleh para nelayan Ujung Pandaran sebelum memulai pelayaran ke laut untuk mencari ikan. Ritual tahunan ini dilakukan setiap tanggal 10 bulan Syawal, atau sepuluh hari setelah Hari Raya Idulfitri. Sebelum acara ini dilaksanakan, biasanya masyarakat setempat bergotong-royong membersihkan pantai terlebih dahulu. Setelah pantai dirasa cukup bersih, ritual Simah Laut baru diselenggarakan dengan cara melarungkan berbagai macam sesaji ke tengah laut. Oleh masyarakat setempat, ritual ini dipercaya dapat mendatangkan keselamatan dan memberikan limpahan rezeki selama melaut.

TAMAN NASIONAL BUKIT RAYA

Taman  Nasional Bukit Raya
Taman Nasional Bukit Raya, tempat pengamatan berbagai satwa hutan , dan tumbuhan yang khas ada didaerah tersebut antara lain Burung Ruai , jenis Burung Enggang, landak , lutung merah, beruk, ikan seluang, baung adung.


tamannasbukit startdoorcomTaman Nasional -Bukit Raya tidak dapat dipisahkan dengan tamana nasional Bukit Baka yang merupakan kawasan konservasi yang terletak di jantung Pulau Kalimantan. Kawasan ini memiliki peranan penting dalam fungsi hidrologis yaitu sebagai catchment area (daerah resapan air) bagi daerah aliran Sungai Melawi di Kalimantan Barat dan daerah aliran Sungai Katingan di Kalimantan Tengah. Kawasan hutan Bukit Baka-Bukit Raya didominasi oleh berbagai jenis ekosistem hutan hujan tropis khas pegunungan.
Keistimewaan kawasan wisata Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya terletak pada kekayaan flora dan faunanya. Secara umum, wilayah taman nasional ini didominasi oleh vegetasi tingkat pohon yang penyebarannya bervariasi, dari kaki hingga ke puncak bukit. Vegetasi pada dataran rendah (kaki bukit) hingga ketinggian 400 m menunjukkan kekhasan hutan hujan dataran rendah yang menjadi rumah bagi sekitar 30 % spesies dipterocarpaceae.
Bunga Raflesia
Keistimewaan kawasan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya yang lainnya adalah terdapat beraneka ragam jenis satwa di dalamnya, di antaranya berbagai jenis burung seperti Burung Ruai (argusianus argus) dan 3 jenis Burung Enggang, salah satunya adalah burung Enggang Gading (rhinoplax vigil). Jenis-jenis satwa lainnya yang dapat dijumpai di kawasan ini adalah mamalia, seperti landak (hystrix branchyura), lutung merah (presbytis rubicunda), dan beruk (macaca nemestrina). Kekayaan fauna Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya juga bisa dilihat dari hewan reptil yang hidup di kawasan ini, seperti ular (lamaria schlegeli), kadal (spenomorphus), kura-kura darat (famili testudinidae), katak daun, katak batu, dan kodok. Selain itu, di kawasan ini juga hidup jenis-jenis ikan yang termasuk dalam kategori langka yang mungkin tidak akan dapat dijumpai di kawasan lain, seperti ikan seluang (osteochilus spilurus), baung (mystus micracanthus), dan adung (hampala macrolepidota).

Sumber  : http://wisatakalimantan.wordpress.com

OBJEK WISATA KALIMANTAN TIMUR

Provinsi Kalimantan Timur Pulau Kalimantan bagian ujung timur yang berbatasan dengan Malaysia, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Sulawesi. Luas total Kaltim adalah 245.238 km², Ibukotanya adalah Samarinda.berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi dan Selat Makassar di timur. Di sebelah barat, utara dan selatan, Kaltim berbatasan langsung dengan Malaysia, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Titik tertinggi di Kaltim adalah Liangpran dengan ketinggian mencapai 2.240 meter dari permukaan laut, Kalimantan Timur memiliki kekayaan flora dan fauna. Di Kalimantan Timur kira-kira tumbuh sekitar 1000-189.000 jenis tumbuhan, dengan visi wisata terwujudnya kalimantan timur sebagai daerah tujuan wisata minat khusus yang berbasis alam dan budaya menuju kesejahteraan masyarakat yang berkesinambungan.


KAWASAN WISATA BUKIT BANGKIRAI

Pintu Gerbang Kawasan Wisata Bukit Bangkirai
Kawasan wisata alam Bukit Bangkirai merupakan hutan alam yang dekat dengan kota  dan berfungsi sebagai monumen hutan hujan tropis di Kalimantan Timur. Hutan hujan tropis ini didominasi tumsuh-tumbuhan dari famili Dipterocarpaceae.seluas 1500 Ha
Bukit Bangkirai berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun lebih dekat bila ditempuh dari kota Balikpapan. Sebuah kawasan wisata hutan alam ini menjadi salah satu tempat observasi yang banyak dikunjungi oleh wisman maupun wisatawan lokal. Masuk ke kawasan Bukit Bangkirai ini dikenakan biaya sebesar Rp 2000 untuk dewasa, Rp 1000 untuk anak-anak, dan Rp 4000 untuk parkir mobil.
semakin masuk ke kawasan ini anda akan menjumpai “Canopy Bridge”. Berupa jembatan setinggi 30 M yang terbentang dari pohon Bangkirai yang satu ke pohon Bangkirai yang lain. Disini andrenalin anda akan ditantang dan untuk menaiki jembatan ini, dikenakan biaya sebesar Rp 15.000 per orang. Areal ini juga dilengkapi “green house” untuk berbagai jenis anggrek, dan area Outbond. Adapun fasilitas di kawasan Wisata Alam Bukit Bangkirai :
Canopy Bridge
Canopy Bridge
 a. Canopy Bridge
b. Rumah Besar Lamin
c. Pondok Penginapan (Cottage)
d. Jalan Setapak (Trek)
e. Koleksi Anggrek dan Kebun Buah-buahan Hutan
f.  Area Perkemahan
g.  Program Adopsi Pohon dan Tanaman Memorial
h. Pelatihan Outbond.

SAMBOJA LODGE

Samboja Lodge
Samboja Lodge/BOS merupakan Tempat perlindungan bagi Orang Utan(Pongo Pygmaeus) dan Beruang Madu (Helarctos Malayanus). Wilayah ini merupakan hasil reboisasi yang memiliki lebih dari 740 jenis pohon asli Kalimantan. Disini terdapat enam pulau Orang Utan. Selain itu area seluas 159 hektar juga telah dialokasikan untuk pengembangan arboretum, sebuah tanam ilmiah besar, dimana sekitar 5.000 spesies pohon asli Kalimamtan dan sub-spesies akan ditanam.

Dilengkapi juga dengan tempat peristirahatan berupa Pondok Alam unik nan indah yang dibangun dengan menggunakan bahan-bahan alam yang bisa di daur ulang dengan gaya arsitektur lokal. Pondik ini dikelilingi dengan hijau pepohonan, danau air asin dan pemandnagan langsung ke Pulau Orang Utan. Walau terletak di Wilayah Kutai Kartanegara, namun cara termudah untuk mencapainya adalah melalui Kota Balikpapan (berjarak sekitar 35 Km dari Kota Balikpapan).

BATU DINDING

Batu Dinding
Batu Dinding atau Batu Tenvang merupakan batu kapur yang mendingdingi dengan kokoh di sisi kiri dan kanan Sungai Mahakam. Batuan ini dapat kita lihat di perjalanan menuju Long Pahai dan Long Apari. Pada jaman dahulu bebatuan ini digunakan sebagai tempat meletakkan peti mati (lungun) suku Bahau. Lungun ini menambah indahnya panorama alam yang ada di Ulu Mahakam. Salah satu wisata alam yang menarik dan menantang adalah menelusuri hulu sungai Mahakam. Di sepanjang hulu Sungai Mahakam kita dapat menyaksikan keindahan alam, pepohonan serta beberapa jenis anggrek alam.
Disamping itu terdapat juga tebing batu dinding yang cukup tinggi di wilayah Kecamatan Long Bangun.Wisata alam batu dinding dapat ditempuh dengan kapal sungai menuju Long Bagun. Di sepanjang perjalanan menuju hulu Sungai Mahakam tersebut, kita dapat singgah sejenak dan menikmati berbagai perkampungan suku Dayak di wilayah Kabupaten Kutai Barat yang sangat alami. Di kawasan ini terdapat legenda Batuq Ayau , yaitu kawasan bebatuan yang dipercaya sebagai tenpat pembuangan kepala musuh pada saat terjadinya perang antar suku di masa lalu. Perang tersebut sering disebut dengan istilah Mengayau. Gunung Batu ini juga nerupakan batas wilayah Propinsi Kalimantan Timur dengan Propinsi Kalimantan Tengah.

LIANG MANGKULANGIT

Liang Mangkulangit
Liang Mangkulangit atau bahsa penduduk setempat berarti Goa Mengangkat Langit yang diberikan oleh penemunya. Dibawahnya terdapat aliran sungai Kandilo. Lama perjalanan yang ditempuh kurang lebih 45 menit dari Muara Komam atau kurang lebih 10 Menit dari Desa Muara Kuaro.

GOA LOSAN

Goa Losan
Lokasi goa ini terletak ditepi jalan raya Tanah Grogot- Banjarmasin atau berjarak ± 80 Km dari Ibukota Tanah Grogot. Terdapat berbagai stalagtit dan stalagmite yang berwarna putih kekuningan, salah satunya membentuk batu melodi alami yang bila di pukul dapat mengeluarkan tangga nada. Goa Losan dalam bahasa Paser berarti goa tembus, dimana goa ini sangat besar dan luas. Habitat ribuan kelelawar dan burung walet juga berada di dalam goa tersebut sehingga menamah eksotisme goa alam ini.

GOA TENGKORAK

Goa Tengkorak
Objek wisata ini terletak sekitar 4 Km dari jalan Trans Balikpapan-Banjarmasin tepatnya di Desa Kasungai. DI dalam Goa terdapat lebih kurang 30 Tengkorak Manusia. Konon goa itu merupakan tempat mengubur orang-orang penganut kepercayaan Animisme sebelum masuknya pengaruh agama Hindi dan Islam di Kerajaan Paser. Di kawasan ini kita dapat menjumpai panorama alam pegunungan yang indak sembari melewati jembatan gantung sebagai sarana penghubung untuk mengakses goa tersebut.

DANAU JEMPANG

Danau Jempang
Danau Jempang memiliki luas ± 15.000 Ha merupakan salah satu kekayaan Kabupaten Kutai Barat. Danau Jempang terletak di Kecamatan Jempang. Danau ini banyak mengahasilkan berbagai jenis ikan sebagai penghasilan nelayan. Dengan panoramanya yang sangat eksotis dan air danau yang bersahabat, maka danau ini menjadi pilihan menarik untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti : Lomba perahu dayung, lomba ketinting, tempat upacara adat Pelas Danau. Umumnya rangkaian kegiatan itu dilaksanakn bersamaan dengan berlangsungnya Ehaq Jempang setiap bulan Mei. Pada sore hari, danau jempang sangat menawan untuk dikunjungi. Sambil menumpang ketinting menyusuri permukaan danau pengunjung dapat menikmati sunset.

JANTUR INAR

Jantur Inar
Jantur (air terjun) Inar terletak di Kampung Temula, Kecamatan Nyuatan, berjarak ± 30Km dari pusat Kota Sendawar. Jantur Inar menjadi tempat para muda-mudi untuk berwisata sambil mandi di air terjun yang jernih dan sekaligus menemani setiap tetesan air yang mengalir.

JANTUR MAPAN

Jantur Mapan
Air terjun Mapan terletak di Kampung Linggang Mapan, Kecamatan Linggang Bigung. Jantur Mapan terletak di sisi jalan raya Barong Tongkok menuju Linggang Bigung, sehingga, jantur ini menjadi tempat paling populer bagi para remaja untuk melepas lelah sekaligus mandi di air terjun. Dalam area Jantur Mapan terdapat kompleks persembahyangan Goa Maria. Dengan situasi uang alami dan sunyi, tempat ini tepat untuk berdoa dan berziarah di bulan Maria kalender Liturgi Gereja Katolik

PANTAI MELAWAI

Sunset di Pantai Melawai
Terletak denkat dengan pusat kota, Melawai adalah tempat alternatif untuk menghabiskan waktu sore hari, saat matahari terbenam pantai Melawai menyajikan pemandangan indah matahari terbenam dengan nuansa keemasan. Disisni pengunjung dapat menikmati hidangan lokal dengan harga yang sangat terjangkau dalam suasana yang santai

PANTAI KEMALA

Pantai Kemala
Kemala Beach and Resto, atau lebih dikenal dengan Pantai Polda yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan Selatan, salah satu objek wisata pantai favorit yang berada di dalam kota. Diresmikan oleh Ketua Yayasan Bhayangkari Polda Kaltim Hayati Indarto pada tanggal 26 Agustus 2007. Untuk dapat masuk kawasan pantai yang dikelola Yayasan Bhayangkari Polda Kaltim, tiap pengunjung cukup mengeluarkan uang Rp 500. Atau, jika menggunakan kendaraan cukup membayar parkir sebesar Rp 1.500.
Salah satu tujuan utama masyarakat kota Balikpapan berkunjung ke Pantai Kemala Beach and Resto karena tempat wisata tersebut letaknya tidak jauh dari pusat kota juga keberadaan pantai tersebut sangat mudah untuk dijangkau. Memasuki kawasan pantai Polda, pengunjung akan dimanjakan dengan suasana teduh dari pepohonan yang rindang dan asri yang dapat menarik perhatian para pengunjung. Sampai terik matahari tak terasa karena keindahan yang dimilikinya. Bukan hanya itu, Pantai Kemala ini buka dari Pukul 08.00 Wita sampai Pengunjung dapat menikmati suasana pantai hingga pukul 23.00 Wita. Beda halnya dengan pantai-pantai yang lainnya. Sedikitnya ada 15 anggota polisi yang stand by. Yang juga terdiri dari lima orang dari regu saerch and rescue (SAR) Polda Kaltim.

Dari fasilitas yang ada di Pantai Polda, selain menawarkan keindahannya pantai Polda juga menawarkan berbagai permainan yang bisa di sewa oleh para pengunjung Misalnya menyediakan Banana boat, dengan mengeluarkan uang sebesar Rp.25 ribu perorang, pengunjung dengan ditarik speedboat dapat berkeliling sekitar laut pantai Polda, atau pilihan lain berwisata dengan menyewa jetski. Namun pengunjung harus mengeluarkan dana cukup besar, kemungkinan dipatok seharga Rp.800 ribu, pengunjung dapat menggunakan jetsky selama 1 jam lamanya.
Juga adanya empat resto di sana. Yakni, Dapoer Bunda, Kumala Beach, Alexa Resto dan Ambalat Café, yang menawarkan aneka kuliner dari bermacam-macam daerah dan masakan khas Eropa. Keindahan yang diberikan Resto terlihat sangat eksotik dan elegen karena diberikannya nuansa Bali sehingga pengunjung merasa berada seperti di Bali. Tidak hanya terpuaskan diperut, tetapi mata pun terpuaskan dengan pemandangan yang menakjubkan, Belasan meja makan tertata rapi tepat menghadap bibir pantai.
Di Panta Polda atau Kemala Beach dan Resto bukan hanya sebagai obyek tempat wisata melainkan juga dapat di jadikan tempat untuk ajang lomba, upacara adat (tradisional), dan acara resmi maupun non resmi. Karena di Pantai Polda telah menyediakan fasilitas yang terjamin untuk acara-acara seperti ini. Tidak perlu repot lagi mengurus segala sesuatunya, karena telah di permudah dan sesuai dengan apa yang kita inginkan.

PULAU DERAWAN

Keindahan Pulau Derawan
Pulau tersebut termasuk dalam wilayah kecamatan pulau derawan. Pulau derawan ke pulau sangalaki memakan waktu 1 jam perjalanan dengan menggunakan speed boat. Nama pulau pulau menumbar, pulau kakaban, pulau pemana, pulau sambit, pulau bakungan, pulau inaka dan pulau maratua. Di perairan sekitar pulau pulau tersebut terhampar karang laut yang sangat indah , jenis ikan hias, juga terdapat ikan duyung, kepiting, kenari, penyu hijau dan mutiara alam. Kepulauan ini mempunyai potensi laut yang sangat kaya dan menurut para ahli bahwa keindahan taman laut dengan keanekaragaman biota laut yang hidup di perairan kepulauan derawan termasuk nomer 3 (tida) di dunia.

Pulau Derawan sejak tahun 1993 di kelola oleh PT. Bhumi Manimbora Interbuana dengan fasilitas :cottage, alat selam, speedboat, restoran. Pulau Sangalaki dikelola oleh perusahaan “Sangalaki Drive Lorge” sebuah perusahaan dari Malaysia kerja sama dengan pemerintan kabupaten berau. Fasilitas alat alat selam speedboat,cottage dll. Bagi turis yang ingin tinggal di losmen/penginapan milik masyarakat juga tersedia di desa pulau derawan. Keseniannya yang terkenal tari dalling, sekayan dan igal. Kemudahan mengunjungi obyek wisata bahari ini menggunakan pesawat terbang samarinda tanjung redep atau kapal laut samarinda tanjung redeb kemudian dilanjutkan dengan menggunakan pesawat terbang atau kapal laut lalu melanjutkan dengan speed boat ke pulau derawan.

Sumber  :  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur